Kepala Bea Cukai: Ponsel Bekas Tidak Mungkin Diimpor secara Resmi

batampos.co.id – Penjualan ponsel bekas dari Singapura masih marak di Batam. Sejumlah konter ponsel resmi di pusat perbelanjaan maupun penjualan ponsel secara online terang-terangan mengatakan bahwa ponsel yang dijualnya merupakan ponsel bekas dari Singapura.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Tipe B Batam, Susila Brata menegaskan bahwa tidak ada importir khusus yang memasukkan ponsel bekas itu ke Batam. Sebab, ponsel bekas tidak bisa diimpor secara resmi, karena dilarang oleh Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika nomor 18 tahun 2014 dan ketentuan ekspor dan impor dalam peraturan Mentri Keuangan nomor 203 tahun 2017.

“Tidak ada (importir). Karena handpohe bekas itu tidak mungkin diimpor secara resmi. Kebanyakan, kemungkinan masuk secara illegal. Bisa dari pelabuhan resmi, bisa dari penumpang dan sebagainya,” ujar Susila.

Ia menjelaskan, banyaknya ponsel bekas Singapura yang masuk ke Batam ini dengan menggunakan beberapa modus. Uang pertama adalah dengan cara dibawa langsung oleh penumpang atau wisatawan dari Singapura dan kemudian modus yang kedua adalah dengan menggunakan kapal speed boat cepat dan masuk melalui beberapa pelabuhan tikus.

“Biasanya dikemas dengan kemasan kedap air dan mereka menggunakan kapal cepat. Kami baik dari Bea Cukai, Kepolisian dan Angkatan Laut berusaha melakukan pengejaran untuk menangkap, tapi karena sarana kami itu hanya kecepatan maksimal 25 knot maka belum bisa melakukan secara maksimal,” tuturnya.

Bea dan Cukai Batam selama ini juga selalu melakukan penegahan terhadap penumpang yang dicurigai membawa ponsel bekas dari luar negeri. Dimana, dalam aturan yang berlaku sesuai dengan Peraturan Mentri Komunikasi dan Informatika serta dalam aturan Mentri Keuangan, setiap orang hanya diperbolehkan membawa dua unit ponsel dari negara lain.

“Tahun kemarin (2018, red), sudah ratusan penindakan terhadap handphone bekas, komputer bekas yang masuk ke Batam. Penindakannya memang ratusan, namun jumlah barangnya sudah puluhan ribu yang sudah kita tindak,” katanya.

Untuk menindak peredaran ponsel bekas ini, Susila akan melakukan koordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) yang mempunyai kewenangan dalam melakukan penindakan di pasaran. Selain itu juga, Bea Cukai akan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Kota Batam untuk melakukan penindakan terhadap ponsel bekas itu.

“Dengan instansi terkait itu nanti akan kami sinkronkan untuk melakukan operasi. Kami kemungkinan juga akan berkoordinasi juga dengan instansi lainnya, mungkin dalam hal ini Dinas Perdagangan,” imbuhnya. (egi)

 Sumber : https://batampos.co.id/2019/02/21/kepala-bea-cukai-ponsel-bekas-tidak-mungkin-diimpor-secara-resmi/
Show Buttons
Hide Buttons