Kenaikan Cukai Hasil Tembakau Picu Maraknya Rokok Ilegal

Hisconsulting – JAKARTA. Pemerintah telah secara eksesif menaikkan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) selama dua tahun ke belakang. Kepala Center of Industry, Trade, and Investment Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Andry Satrio mengatakan, pemerintah perlu punya aturan jelas untuk menanggulangi dampak turunan jika harga rokok legal menjadi semakin mahal.

Beban cukai yang semakin besar, berisiko menimbulkan peralihan konsumsi ke rokok ilegal. “Rokok menempati posisi terbesar kedua dari konsumsi masyarakat Indonesia, setelah makanan. Kenaikan tarif CHT tidak akan serta-merta menyelesaikan isu yang ada, alih-alih akan meningkatkan praktik perdagangan rokok ilegal,” ungkap Andry dalam siaran pers yang diterima Kontan.co.id, Rabu (21/7).

Baca Juga: Semester I 2021, Pemerintah Kembalikan Uang Rp 110,79 T Ke Wajib Pajak

Berlangsungnya pandemi Covid-19 gelombang kedua dan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat disebut telah memunculkan berbagai spekulasi soal daya tahan ekonomi negara dan penghidupan masyarakat.

Bagi pelaku Industri Hasil Tembakau (IHT), terdapat tiga tantangan besar yang kini mereka hadapi, mulai dari menurunnya ekonomi masyarakat sebab pandemi, kekhawatiran kembali naiknya tarif CHT, dan juga kemungkinan penyederhanaan struktur tarif cukai (simplifikasi).

Sementara itu, dari aspek penurunan ekonomi masyarakat, Bank Indonesia (BI) menyebutkan bahwa pemberlakukan PPKM bakal menekan perekonomian.

Proyeksinya, jika PPKM berlangsung selama satu bulan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan mencapai 3,8%, atau lebih rendah dari perkiraan BI sebelumnya di kisaran 4,1%-5,1% dengan titik tengah 4,6%. 

Kebijakan PPKM darurat nyatanya juga memberi dampak berupa ancaman gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dan pengangguran terbuka di beberapa provinsi. Termasuk di daerah sentra tembakau yang notabene serapan tenaga kerja oleh IHT jadi tumpuan ekonomi daerah, sebut saja Kudus, Temanggung, Jember, dan Deli.

Menanggapi perkembangan tuntutan terhadap IHT di tengah pandemi, Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan mengatakan komisi sampai saat ini menolak wacana kenaikan tarif maupun simplifikasi CHT.

Dia berharap pemerintah lebih berfokus terhadap penanggulangan pandemi Covid-19 terlebih dahulu, ketimbang melahirkan kebijakan baru yang ekstrem seperti itu.

Baca Juga: Ekspor Sawit Mencapai Rekor Tertinggi Di Bulan Mei 2021

“Saat ini bukan waktu yang tepat. Tidak ada urgensinya sama sekali. Lebih baik pemerintah menjaga IHT dengan kebijakan yang soft mengingat situasi ekonomi sedang tidak bagus dan sulit untuk mencari pekerjaan. Tarif cukai juga ada baiknya tidak naik dulu, kalaupun naik harus sesuai kemampuan dan masukan dari pelaku industri terlebih dahulu, CHT jangan dilihat dari perusahaan-perusahaan besarnya saja, tapi juga petani dan buruh yang terlibat perlu diperhatikan,” ujar Daniel.

Pada rokok golongan II dan III contohnya, golongan tersebut menjadi golongan rokok yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat kelas ekonomi menengah ke bawah yang mendominasi populasi penduduk Indonesia saat ini.

“Simplifikasi tarif cukai berlebihan sama saja dengan menghilangkan produsen kecil-menengah dan memicu dominasi produsen dengan modal besar. Bagi petani tembakau, mereka akan semakin kesulitan dalam memperoleh penawaran tembakau dengan harga berkualitas karena semakin minimnya opsi penjualan,” jelas Daniel.

Semakin maraknya peredaran rokok ilegal nyatanya punya sejumlah dampak bahaya bagi perekonomian, mulai dari hilangnya potensi penerimaan cukai, pajak pertambahan nilai (PPN), hingga pajak daerah.

INDEF menaksir bahwa kerugian negara akibat rokok ilegal sepanjang tahun 2020 bahkan mencapai Rp 5 triliun. Adapun klasifikasi rokok ilegal pun beragam.

Mulai dari rokok tanpa pita cukai, pita cukai sudah kadaluarsa, atau praktik yang biasa terjadi, pita cukai untuk SKT dilekatkan di kemasan SKM, sehingga ketika dijual secara eceran menjadi lebih murah.

Artikel ini telah tayang di kontan.co.id dengan judul “Kenaikan Cukai Picu Maraknya Rokok Ilegal”, https://industri.kontan.co.id/news/ekonom-indef-kenaikan-cukai-picu-maraknya-rokok-ilegal
Reporter: Vina Elvira | Editor: Yudho Winarto

Show Buttons
Hide Buttons