Impor Bawang Putih untuk Tekan Laju Inflasi

Hisconsulting, Jakarta РPengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menyatakan perlunya kebijakan yang fleksibel terkait impor produk hortikultura termasuk bawang putih untuk menghindari kelangkaan di pasar.

Menurut dia, jika keran impor bawang putih tetap ditutup, bisa saja terjadi inflasi yang lebih tinggi karena akan ada kelangkaan di pasaran sehingga berdampak pada kestabilan pasar.

Baca Juga: DJP Kumpulkan PPN PMSE Sebesar Rp 8,2 T sampai Akhir Agustus 2022

“Jadi memang harus ada kebijakan yang fleksibel demi menjaga kebutuhan dalam negeri agar tetap terjaga dan aman,‚ÄĚ tuturnya dikutip dari Antara, Kamis, 8 September 2022.

Akademisi dari Universitas Trisakti tersebut menyatakan impor bisa dilakukan untuk mengantisipasi perubahan-perubahan yang ada di dalam negeri seperti gagal panen dan permasalahan lainnya.

“Tapi harus dilihat stok yang ada di dalam negeri, kalau memang menipis maka perlu diantisipasi supaya tidak terjadi kerawanan pangan,‚ÄĚ ujar Trubus.

Terlambat impor

Sementara itu Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas memprediksi, jika pemerintah terlambat mengeluarkan izin Impor bawang putih bisa dipastikan harga akan melonjak tinggi.

Hal tersebut, lanjutnya, terlihat pada pengalaman-pengalaman sebelumnya. Saat ini kebutuhan bawang putih di Indonesia sekitar 600 ribu ton per tahun, sekitar 10 persen dari kebutuhan sehingga sisanya harus ditutup oleh impor.”Jika Kementerian Perdagangan menunda impor, hampir dipastikan harga bawang akan bergejolak. Saya amati terus sejak 2017-2019 kalau terlambat impor, pasti harga bisa di atas Rp60 ribu per kilogam,‚ÄĚ katanya.

Oleh karena itu Andreas berharap Kemendag tidak terlambat membuka keran impor bawang putih, karena kenaikan harga komoditas hortikultura akan terjadi akibat kenaikan harga BBM.

Produksi bawang putih rendah

Pengamat ekonomi, Poltak Hotradero menambahkan impor bawang putih diperlukan untuk menekan laju inflasi, terutama karena minimnya produksi bawang putih di dalam negeri.

Mengutip tabel harga Bappenas dan Kemendag, dia mengatakan, dalam seminggu terakhir harga bawang putih cenderung naik. Sedangkan data BPS secara periodik mencatat Bawang Putih adalah salah satu penyumbang signifikan untuk angka inflasi.

“Biasanya harga naik karena stok langka di pasaran. Dan berhubung produksi bawang putih di Indonesia sangat rendah, hanya sekitar 10 persen dari kebutuhan, maka sisanya harus ditutup oleh impor,” katanya.

Artikel ini telah tayang di medcom.id¬†dengan judul “Impor Bawang Putih untuk Tekan Inflasi”,¬†https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/0k8a0QaK-impor-bawang-putih-untuk-tekan-inflasi

Show Buttons
Hide Buttons