Impor Barang Bekas Bisa Dimusnahkan, Bagaimana Dengan Action Figure?

Jakarta – Kementerian Perdagangan telah menerbitkan larangan impor bagi barang dengan status bekas atau second. Larangan tersebut tertuang dalam Permendag Nomor 48 Tahun 2015 tentang ketentuan umum di bidang impor.

Jika masyarakat nekat tetap mengimpor barang bekas, maka konsekuensinya barang tersebut ditahan hingga dimusnahkan. Aturan ini berlaku untuk semua jenis barang. Lantas bagaimana jika barang bekas tersebut berupa action figure?

Kasubdit Komunikasi Bea dan cukai, Deni Surjantoro mengatakan untuk action figure biasanya akan dikembalikan ke negara asal atau re-ekspor.

“Nah kalau action figure kita lihat dulu, dia masih memiliki nilai ekonomis nggak. Kalau iya bisa dilelang, ataupun kita sarankan untuk di-reekspor,” kata Deni saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Dalam menjalankan aturan itu, Deni menjelaskan pihak Bea dan Cukai hanya berhak menahan barang bekas impor yang tidak memiliki izin dari Kementerian Perdagangan.

Baca juga: Rencana Jokowi Bebaskan Impor Gas, Praktik Mafia Migas Semakin Subur

Proses penahanannya pun diperkirakan dalam waktu yang lama. Namun, jika untuk tahap pemusnahan bisa sekitar 60 hari kerja. Jadi dari pertama barang tersebut masuk Indonesia, pihak Bea Cukai akan memeriksa surat izinnya. Jika tidak ada maka selama 30 hari barang tersebut beralih status menjadi dikuasai negara.

Pada tahap ini, pihak pembeli diberikan kesempatan untuk mengurus izin yang menyatakan impor barang bekas. Jika 30 hari pertama lewat maka ada 30 hari selanjutnya dan jika belum ada izinnya maka barang tersebut menjadi barang milik negara (BMN).

Menurut Deni, jika produk impor sudah menjadi BMN maka tindakan selanjutnya akan dinilai dari sisi ekonominya. Misalnya, jika yang tertahan mobil mewah, maka setelah penilaian bisa diputuskan untuk dilelang. Jika barang tersebut merupakan jenis berbahaya maka bisa dimusnahkan.

Kalau barang tersebut adalah action figure, Deni mengaku penilaiannya pun akan sama dilihat dari sisi ekonominya. Namun kebanyakan, untuk barang bekas berupa action figure akan dikembalikan ke negara asalnya.

“Sebetulnya gini, kita melalukan ini untuk menjalankan peraturan dari Kementerian Perdagangan, as long as Kementerian Perdagangan mengizinkan terhadap barang itu ya kita keluarkan, biasanya ada suratnya,” ungkap dia.

Artikel ini telah tayang di detik.com dengan judul “Barang Bekas Impor Bisa Dimusnahkan, Bagaimana Dengan Action Figure?”, https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4862868/barang-bekas-impor-bisa-dimusnahkan-bagaimana-dengan-action-figure?_ga=2.256152971.1014891708.1579483303-668632860.1564363216

Editor : Hendra Kusuma

One thought on “Impor Barang Bekas Bisa Dimusnahkan, Bagaimana Dengan Action Figure?

  1. RAJA says:

    BARANG BEKAS DILARANG DIIMPOR ???
    ITU NAMANYA BOHONG BESAR… SEKARANG SAYA TANYA KENAPA BANYAK YG JUAL PAKAIAN BEKAS IMPOR DI PASAR SENEN JAKARTA , PASAR GEDE BAGE BANDUNG , MONGONSIDI PLAZA MEDAN , PASAR AVIARI BATAM DAN BANYAK TEMPAT LAINNYA.. MENURUT SAYA SEMUA BISA DI IMPOR ASAL COCOK AJA SOGOKANNYA.. JADI STOP BEA CUKAI SOK SUCI

Tinggalkan Balasan

Show Buttons
Hide Buttons