Pemerintah Masih Pertimbangkan Perpanjangan Insentif Pajak PPnBM DTP

Hisconsulting, Jakarta РPemerintah masih mempertimbangkan rencana untuk perpanjangan insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) untuk kendaraan bermotor. Pasalnya insentif pajak untuk pembelian mobil ini akan berakhir pada September 2022.

Direktur Jenderal Pajak Suryo Utomo mengatakan perpanjangan insentif pajak akan dilakukan untuk sektor-sektor yang masih membutuhkan dukungan pemerintah. Menurutnya, evaluasi akan dilakukan menjelang berakhirnya masa insentif pajak tersebut berlaku.

“Secara konteks insentif ini akan terus kami lakukan evaluasi khususnya mendekati batas akhir penggunaan insentif. Insentif ditujukan untuk mendukung sektor-sektor yang masih membutuhkan,” kata dia dalam¬†video conference, dikutip Kamis, 28 Juli 2022.

Ia menambahkan penjualan kendaraan bermotor sudah menunjukkan tren pemulihan dalam beberapa bulan terakhir. Suryo menyebut, realisasi dari pemanfaatan insentif tersebut juga akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah dalam memberikan perpanjangan.

Dalam PMK Nomor 5/PMK.010/2022, insentif diberikan kepada kendaraan bermotor sampai Rp200 juta atau kategori Low-Cost Green Car (LCGC). Dengan adanya insentif, PPnBM yang dibayarkan menjadi nol persen di kuartal I, satu persen di kuartal II, dan dua persen di kuartal III.

Pemerintah juga memberi insentif untuk segmen kendaraan bermesin hingga 1.500 cc dengan harga Rp200 juta sampai Rp250 juta. Potongan PPnBM yang diberikan adalah 50 persen hanya di kuartal I, sehingga konsumen membayar tarif PPnBM sebesar 7,5 persen.

Artikel ini telah tayang di medcom.id dengan judul “Pemerintah Masih Pertimbangkan Perpanjangan Insentif Pajak untuk Pembelian Mobil”, Klik selengkapnya di sini:¬†https://www.medcom.id/ekonomi/makro/ObzmOm7N-pemerintah-masih-pertimbangkan-perpanjangan-insentif-pajak-untuk-pembelian-mobil

Penulis: Eko Nordiansyah

Show Buttons
Hide Buttons