Indonesia Impor Obat & Alkes Rp 11,67 T dari China di Semester 1

Hisconsulting, Jakarta – Pandemi Covid-19, membuat Indonesia harus mengimpor kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan dari negara lain. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kebutuhan pasokan obat-obatan sampai dengan alat kesehatan Indonesia banyak diimpor dari China.

Sepanjang Januari-Juni 2021, berdasarkan data BPS, mulai dari obat, vitamin hingga alat-alat kesehatan mulai dari masker, swab, sarung tangan dan sebagainya banyak diimpor dari China, nilainya mencapai Rp US$ 810,7 juta atau setara dengan Rp 11,67 triliun (kurs 14.400/US$).

Realisasi nilai impor Januari-Juni 2021 tersebut diketahui naik 24,68% dibandingkan nilai impor periode yang sama tahun 2020 yang sebesar US$ 650,37 juta atau setara dengan Rp 9,36 triliun.

Baca Juga: Pemerintah Dinilai Perlu Sederhanakan Struktur Tarif Cukai Rokok, Ini Alasannya

Secara rinci impor berupa hand sanitizer pada periode Januari-Juni 2021 nilainya mencapai US$ 165.000 lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan nilai impor US$ 67.300.

Kemudian untuk bahan baku hand sanitizer nilai impornya mencapai US$ 13,1 juta lebih tinggi dibandingkan nilai impor Januari-Juni 2020 yang mencapai US$ 11,87 juta.

Adapun untuk rapid test nilai impornya pada Januari-Juni 2021 mencapai US$ 13,3 juta. Lebih rendah dibandingkan nilai impor Januari-Juni 2020 yang sebesar US$ 24,1 juta. Virus transfer media, nilai impornya mencapai US$ 1,46 juta atau lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai US$ 1,58 juta.

Indonesia juga mengimpor obat dan vitamin dengan nilai mencapai US$ 43,28 juta atau lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2020 yang mencapai US$ 25,24 juta. Termometer nilai impornya US 5,83 juta, lebih rendah dibandingkan dengan nilai impor Januari-Juni 2020 yang sebesar US$ 12,40 juta.

Sepanjang Januari-Juni 2021, Indonesia juga melakukan impor ventilator sebesar US$ 10,11 juta, lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun 2020 US$ 16.27 juta. Swab pada Januari-Juni 2020 US$ 16,15 juta dan pada Januari-Juni 2020 sebesar US$ 13,79 juta.

Nilai impor masker sepanjang Semester I-2021 yang mencapai US$ 71,31 juta, melonjak drastis dibandingkan Semester I-2021 yang sebesar USS$ 20,03 juta. Kemudian, untuk pakaian pelindung nilai impornya pada Januari-Juni 2021 sebesar US$ 11,80 juta dan pada Januari-Juni 2020 sebesar US$ 43,42 juta.

Selain mengimpor alat kesehatan siap pakai, Indonesia juga melakukan impor bahan baku. Bahan baku pakaian pelindung nilai impornya pada Januari-Juni 2021 sebesar US$ 432,67 juta, lebih tinggi nilainya dibandingkan pada Januari-Juni 2020 mencapai US$ 341,83 juta.

Serta bahan baku masker dengan nilai US$ 86,11 juta pada Januari-Juni 2021, lebih tinggi dibandingkan nilai Januari-Juni 2020 yang sebesar US$ 58,91 juta.

Barang lainnya, yang juga diimpor dari China yaitu sarung tangan, sepatu pelindung, alat pelindung kaki, face shield, kacamata pelindung, dan pelindung kepala.

Artikel ini telah tayang di cnbcindonesia.com dengan judul “RI Impor Obat & Alkes Rp 11,67 T dari China di Semester 1”, https://www.cnbcindonesia.com/news/20210720153142-4-262240/ri-impor-obat-alkes-rp-1167-t-dari-china-di-semester-1
Penulis : Cantika Adinda Putri

Show Buttons
Hide Buttons