ASEAN Sepakati 101 Pos Tarif NTMs dari Produk Makanan dan Agrikultura

Hisconsulting, Jakarta – ASEAN menyepakati 101 pos tarif dari sejumlah produk makanan dan agrikultura setelah rapat maraton dalam Pertemuan internal ASEAN Senior Economic Officials (SEOM) 2/52.
 
Kesepakatan ini akan masuk dalam list MoU on NTMs (Non Tariff Measures). Keberhasilan ini melebihi target minimal 100 pos tarif yang disepakati para Menteri Ekonomi ASEAN pada AEM Retreat ke-27 Maret lalu.
 
“Tercapainya 101 produk dalam item makanan yang akan menjadi bagian dalam MoU NTMs merupakan sebuah keberhasilan bersama ASEAN dalam upaya memperlancar dan memfasilitasi perdagangan produk makanan esensial di masa pandemi covid-19 ini,” ujar Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional (Dirjen PPI) Kementerian Perdagangan Djatmiko Bris Witjaksono yang mewakili Indonesia dalam Pertemuan internal ASEAN (SEOM) 2/52, dikutip dari laman resmi Kementerian Perdagangan, Rabu, 23 Juni 2021.

Pertemuan ini membahas agenda utama terkait perkembangan capaian prioritas ekonomi ASEAN di bawah keketuaan Brunei Darussalam 2021, proses ratifikasi sejumlah persetujuan ekonomi, perkembangan penyusunan daftar produk food items dalam Memorandum of Understanding mengenai penanganan hambatan nontarif selama masa pandemi covid-19 (MoU on NTMs), upaya penguatan rantai suplai global di ASEAN, serta sejumlah hubungan ekonomi eksternal ASEAN.
 
Kebijakan Non Tariff Measures (NTMs) merupakan sejumlah tindakan nontarif yang berdampak pada arus perdagangan. Kebijakan perdagangan internasional ini telah diterapkan banyak negara di dunia terkait standar mutu dan persyaratan yang berkaitan dengan aspek kesehatan.
 
Ada tiga kategori NTMs, yaitu pertama NTMs yang dikenakan pada impor yang mencakup kuota, larangan impor, perizinan impor, prosedur penilaian kesesuaian, dan administrasi biaya.
 
Kategori kedua yaitu NTMs yang dikenakan pada ekspor yang mencakup pajak ekspor, subsidi ekspor, kuota ekspor, larangan ekspor, dan pembatasan ekspor secara sukarela. Sedangkan kategori ketiga yaitu NTMs yang dikenakan secara internal di dalam suatu negara yang meliputi tenaga kerja, standar kesehatan lingkungan, regulasi teknis, pajak-pajak internal, atau subsidi domestik.
 
Djatmiko mengungkapkan, terkait prioritas ekonomi ASEAN 2021, pertemuan mencatat bahwa terdapat lima dari 13 prioritas yang berada dalam koordinasi SEOM dan pada SEOM 2/52 telah diselesaikan satu prioritas, yaitu terkait Non Tariff Measures (NTMs) Toolkit sebagai metodologi dalam memberikan pedoman bagi pembuat kebijakan untuk mengevaluasi efektivitas dari penerapan NTM.
 
Selain itu, prioritas lain yang cukup strategis yaitu rencana peluncuran perundingan ASEAN-Kanada Free Trade Agreement. Ditegaskan Djatmiko, pembahasan tersebut saat ini sudah memasuki tahap finalisasi pedoman perundingan melalui reference paper.
 
“Indonesia mendukung upaya bersama ASEAN, khususnya dalam mendorong implementasi seluruh prioritas ekonomi ASEAN di bawah keketuaan Brunei Darussalam 2021. Hal ini merupakan upaya konkret ASEAN dalam menguatkan integrasi ekonomi di kawasan, sekaligus menghadapi pandemi covid-19, khususnya di pilar ekonomi,” terang Djatmiko.
 
Neraca perdagangan ke ASEAN
 
Total perdagangan nonmigas Indonesia ke ASEAN pada 2020 tercatat sebesar USD56 miliar, turun 14,8 persen dibanding 2019. Tren perdagangan nonmigas Indonesia dengan ASEAN menunjukkan penurunan sekitar 2,4 persen pada periode 2017-2020.
 
Sementara, total perdagangan nonmigas pada Januari-Februari 2021 mencapai USD10,5 miliar atau turun sekitar 2,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 2020, Indonesia mengalami surplus perdagangan nonmigas dengan ASEAN sebesar USD9,2 miliar atau naik 42,7 persen dibanding surplus pada tahun sebelumnya.
 
Sementara total surplus perdagangan nonmigas periode Januari-Februari 2021 sebesar USD1,6 miliar atau naik 29,7 persen dari tahun yang sama periode sebelumnya. Ekspor nonmigas Indonesia pada 2020 tercatat sebesar USD32,6 miliar, turun 9,7 persen dibandingkan 2019.
 
Pada Januari-Februari 2021, total ekspor nonmigas Indonesia ke ASEAN mencapai USD6,05 miliar, naik 1,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total impor pada 2020 tercatat USD 29,8 miliar, turun sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Impor nonmigas Indonesia dari ASEAN pada Januari-Februari 2021 sebesar USD4,4 miliar atau turun 6,4 persen dibandingkan Januari-Februari 2020.

Artikel ini telah tayang di medcom.id dengan judul “ASEAN Sepakati 101 Pos Tarif NTMs Produk Makanan dan Agrikultura”, https://www.medcom.id/ekonomi/bisnis/9K5Q7RlK-asean-sepakati-101-pos-tarif-ntms-produk-makanan-dan-agrikultura

Penulis: Nia Deviyana

Show Buttons
Hide Buttons